MAJENANG | CILACAP
SATELIT NUSANTARA | SNTV
Kinerja dan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majenang kembali menjadi sorotan publik. Seorang tokoh aktifis masyarakat Kecamatan Majenang, Cucu Iskandar, angkat bicara menyoroti masih adanya kendala dalam pelayanan kesehatan serta kondisi ketersediaan obat yang dinilai sudah mulai menipis.
Hal tersebut disampaikan Cucu Iskandar melalui diskusi di grup WhatsApp pada hari Senin (27/05/2026).
Pelayanan Belum Maksimal, Stok Obat Menipis
Dalam penyampaiannya, Cucu Iskandar menegaskan bahwa pelayanan publik yang diberikan oleh RSUD Majenang saat ini dirasa masih belum maksimal dan belum sepenuhnya memuaskan masyarakat.
“Kami melihat dan menerima banyak masukan dari warga bahwa pelayanan di RSUD Majenang masih ada yang perlu diperbaiki. Selain itu, yang menjadi kekhawatiran adalah kondisi stok obat-obatan yang sudah mulai menipis,” ujar Cucu Iskandar.
Menurutnya, ketersediaan obat adalah hal paling fundamental dan vital dalam sebuah rumah sakit. Jika stok obat tidak terjaga dengan baik, maka hal ini akan sangat merugikan pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis dan pengobatan.
Sesuai Aturan, RSUD Wajib Siaga Penuh
Aktifis yang dikenal kritis ini juga menegaskan kembali aturan dan standar yang seharusnya berlaku. Menurut peraturan perundang-undangan dan standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit, terdapat kewajiban yang harus dipenuhi, antara lain:
1. Ketersediaan Obat: Rumah sakit wajib menjamin ketersediaan obat-obatan esensial dan generik serta alat kesehatan dalam jumlah yang cukup dan jenis yang lengkap setiap saat, tidak boleh kosong atau menipis secara berkala.
2. Pelayanan Prima: Seluruh tenaga medis dan non-medis wajib memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan profesional sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
3. Manajemen yang Baik: Pihak manajemen RSUD memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan pengawasan, perencanaan kebutuhan, serta pengadaan barang dan jasa agar tidak terjadi kelangkaan obat atau hambatan pelayanan.
“RSUD adalah milik masyarakat, dikelola dengan uang negara. Sudah sepatutnya pelayanan maksimal dan obat selalu tersedia sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Harapan Perbaikan Segera
Cucu Iskandar berharap agar pihak manajemen RSUD Majenang dan Dinas Kesehatan terkait dapat segera menindaklanjuti keluhan dan temuan tersebut.
“Kami meminta agar segera dilakukan evaluasi, perbaikan sistem pengadaan obat, dan peningkatan kualitas pelayanan. Jangan biarkan warga masyarakat yang datang berobat justru kecewa karena pelayanan kurang memuaskan dan obat tidak tersedia,” pungkasnya.
Reporter : Darkam
www.satelitnusantara.com
















