banner 728x250
Berita  

Konsolidasi DPD SWI Sukabumi Raya Solid : Fokus Kualitas Jurnalis dan Legalitas Dewan Pers

banner 120x600

SUKABUMI | JAWA BARAT

SATELIT NUSANTARA | SNTV

Dunia jurnalistik di tingkat daerah terus mengalami transformasi yang dinamis. Di tengah arus informasi yang melimpah, keberadaan organisasi profesi wartawan yang kredibel menjadi jangkar bagi kebenaran informasi. Hal inilah yang mendasari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sukabumi Raya untuk menggelar rapat kepengurusan strategis pada Rabu, 14 Januari 2026.

​Bertempat di Gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu), Kampung Kebon Jeruk, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pertemuan ini bukan sekadar kumpul rutin. Sebanyak 26 anggota inti berkumpul dengan satu misi besar: memperkuat fondasi organisasi demi pelayanan informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat Sukabumi.

​Visi Kepemimpinan Iim Kaspiana: Kualitas di Atas Kuantitas

​Ketua SWI Sukabumi Raya, Iim Kaspiana, dalam pidato pembukaannya memberikan penegasan yang cukup mendalam mengenai arah organisasi. Di era di mana jumlah media online menjamur, Iim menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi profesi tidak diukur dari seberapa banyak anggotanya, melainkan dari seberapa solid dan profesional tiap individu di dalamnya.

​”SWI tidak perlu banyak, yang terpenting adalah solid, bertanggung jawab, terbuka, dan transparan terhadap sesama anggota,” tegas Iim. Pernyataan ini mencerminkan filosofi kepemimpinan yang mengutamakan integritas. Dalam dunia pers, transparansi internal adalah modal utama sebelum sebuah organisasi menuntut transparansi dari badan publik atau pemerintah.

​Legalitas di Dewan Pers: Benteng Perlindungan Wartawan

​Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah status legalitas SWI. Iim Kaspiana memastikan kepada seluruh anggota dan publik bahwa Sekber Wartawan Indonesia telah terdaftar resmi di Dewan Pers.

​Mengapa hal ini penting?

• ​Perlindungan Hukum: Wartawan yang tergabung dalam organisasi yang diakui Dewan Pers memiliki payung hukum yang lebih jelas saat menjalankan tugas jurnalistik sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.

• ​Kredibilitas: Di mata narasumber, baik instansi pemerintah maupun swasta, legalitas organisasi menjadi standar verifikasi apakah seorang wartawan bekerja secara profesional atau tidak.

• ​Peningkatan Kompetensi: Organisasi yang terdaftar biasanya memiliki akses lebih baik terhadap Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers.

​Peran Strategis SWI dalam Dinamika Masyarakat Sukabumi

​Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah yang luas dengan berbagai potensi, mulai dari pariwisata hingga industri. Namun, potensi ini seringkali dibarengi dengan isu-isu sosial yang memerlukan pengawalan media secara berimbang.

​Rapat di Cikembar ini menetapkan bahwa SWI Sukabumi Raya harus menjadi jembatan informasi. Peran yang ingin diambil adalah:

• ​Penyampai Informasi Berimbang: Menghindari hoax dan memastikan setiap berita memiliki verifikasi dari berbagai sisi (cover both sides).

• ​Fungsi Kontrol Sosial: Mengawasi kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat tanpa meninggalkan etika jurnalistik.

• ​Edukasi Publik: Memberikan literasi informasi melalui karya-karya jurnalistik yang mendidik.

​Sinergi dengan PLUT Cikembar: Simbol Kolaborasi Sektoral

​Pemilihan PLUT Cikembar sebagai lokasi rapat juga memberikan pesan tersendiri. PLUT adalah pusat pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan mengadakan kegiatan di sana, SWI secara implisit menunjukkan dukungannya terhadap sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sukabumi.

​Sinergi antara pers dan pusat layanan masyarakat seperti PLUT sangat dibutuhkan. Wartawan membutuhkan data dan akses informasi mengenai perkembangan ekonomi daerah, sementara pihak pengelola publik membutuhkan publikasi yang akurat untuk menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat luas.

​Membangun Kekeluargaan dalam Organisasi

​Satu hal yang menarik dari rapat kepengurusan ini adalah suasana yang digambarkan penuh dengan nilai kekeluargaan. Dalam organisasi profesi yang penuh tekanan tenggat waktu (deadline) dan risiko lapangan, ikatan emosional antar anggota menjadi bahan bakar untuk bertahan.

​Sifat “terbuka dan transparan” yang digaungkan Iim Kaspiana bertujuan untuk meminimalisir konflik internal. Jika internal organisasi sudah sehat, maka energi para jurnalis bisa sepenuhnya dialokasikan untuk memproduksi berita yang bermanfaat bagi warga Sukabumi Raya.

​Tantangan Pers di Tahun 2026

​Memasuki tahun 2026, tantangan jurnalisme semakin kompleks. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan berita, persaingan dengan konten kreator, hingga tuntutan kecepatan informasi seringkali mengabaikan akurasi.

​DPD SWI Sukabumi Raya menyadari hal ini. Melalui rapat ini, mereka berkomitmen bahwa profesionalisme adalah harga mati. Akurasi tidak boleh dikorbankan demi kecepatan. SWI ingin menjadi lembaga yang tetap dipercaya masyarakat ketika media sosial penuh dengan informasi simpang siur.

​Kesimpulan: Harapan Baru untuk Sukabumi

​Rapat kepengurusan DPD SWI Sukabumi Raya di Cikembar adalah sebuah langkah awal yang kuat di tahun 2026. Dengan kepemimpinan yang fokus pada soliditas dan legalitas yang jelas, SWI siap menjadi motor penggerak jurnalisme yang sehat di Sukabumi Raya.

​Ke depannya, masyarakat berharap agar anggota SWI terus konsisten dalam menjaga marwah profesi, menjadi penyambung lidah rakyat, dan mitra strategis bagi pembangunan daerah melalui pemberitaan yang kritis namun tetap solutif.

​Pungkasnya, sebagaimana disampaikan dalam rapat, keberhasilan organisasi bukan terletak pada kemegahan seragam atau banyaknya jumlah personel, melainkan pada besarnya manfaat yang dirasakan oleh publik melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Reporter : Caci / Ani M

www.satelitnusantara.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *