SUKABUMI | JAWA BARAT
SATELIT NUSANTARA | SNTV
Silaturahmi awal tahun dan rapat kerja Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Sukabumi tahun 2026 digelar sebagai momentum mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menyusun dan memantapkan program kerja DKM di tahun 2026. Minggu (04/012026)
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DKM dan unsur terkait, dengan agenda evaluasi program tahun sebelumnya serta perencanaan kegiatan keagamaan dan sosial ke depan.

Ketua Harian Masjid Agung Kota Sukabumi, AA. H. Totong mengatakan rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk menuntaskan sekaligus mengevaluasi seluruh program kerja DKM, termasuk menganalisis berbagai persoalan yang dihadapi Masjid Agung.

“Rapat kerja ini menyangkut penuntasan program kerja dan menganalisis semua permasalahan. Program yang dibuat harus aplikatif, bukan sekadar tekstual, tetapi kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya jamaah Masjid Agung,” Ujarnya.
Menurut Totong, karena program kerja bersifat kebutuhan, maka diperlukan analisis dan observasi terhadap setiap persoalan yang ada. Ia menegaskan setiap bidang di DKM Mesjid Agung wajib menyusun program yang nantinya akan disepakati bersama, baik program jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Ia juga menyampaikan bahwa Masjid Agung Kota Sukabumi memiliki visi besar yang terintegrasi. Pertama, menjadikan Masjid Agung sebagai pusat integrasi dengan sekitar 420 masjid di Kota Sukabumi. Kedua, penguatan sistem teknologi informasi (IT) di Masjid Agung, sebagaimana yang telah diterapkan di Masjidil Haram Mekah maupun masjid-masjid besar di Aceh.
“Program ini khusus dibuat untuk Masjid Agung agar kepercayaan masyarakat semakin tumbuh,” Ucap H Totong.
Salah satu program unggulan yang menjadi fokus pembahasan rapat kerja adalah pembinaan remaja masjid. DKM Masjid Agung berencana merekrut 10 remaja dari setiap sekolah di Kota Sukabumi, mulai dari tingkat SLTP hingga SMA sederajat, untuk menjadi duta masjid.
“Jika setiap sekolah mengirimkan perwakilan, maka akan ada sekitar 1.200 remaja putra dan putri yang akan kita bina,” ujarnya.
Pembinaan tersebut meliputi penguatan nilai kesalehan dan keagamaan, pengembangan kecerdasan melalui bimbingan belajar MIPA, serta pembelajaran lima bahasa asing, yakni Bahasa Arab, Inggris, Korea, Jepang, dan Mandarin. Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi perhatian melalui pembinaan olahraga, baik bela diri seperti karate, silat, dan taekwondo, maupun olahraga non-bela diri seperti futsal, bola voli, dan bulu tangkis, sesuai minat peserta.
Totong menilai persoalan generasi Z saat ini telah menjadi masalah sosial yang cukup kompleks. Oleh karena itu, Masjid Agung berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi remaja, salah satunya melalui pelatihan bisnis digital seperti program afiliasi bagi pelajar dan remaja.
“Dengan terlaksananya program ini, mudah-mudahan Masjid Agung bisa menjadi masjid yang lebih bermanfaat, khususnya bagi para remaja,” katanya.
Ia berharap rapat kerja DKM Masjid Agung Kota Sukabumi ini mampu melahirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Reporter –Ani Mulyani —
www.satelitnusantara.com
















