SENTUL | Satelit Nusantara
Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor yang berlangsung di Hotel Bigland Sentul ternyata menyisakan polemik panas. Sorotan tajam kini mengarah pada pengelolaan anggaran publikasi dan dokumentasi kegiatan yang hingga kini dinilai tidak jelas pertanggungjawabannya, memicu aksi saling lempar tanggung jawab di antara para pengurus.
Saat dikonfirmasi terkait status anggaran tersebut, Dewan Sogiri justru berkelit dan melimpahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Ketua Edwin. Menurutnya, urusan dana publikasi sepenuhnya berada di bawah wewenang dan pengelolaan pihak tersebut.
Namun, upaya mencari kejelasan tidak berhenti di situ. Ketua Edwin dan jajaran panitia lainnya justru tampak saling melempar bola panas. Tidak ada satu pun pihak yang mau mengakui atau mengambil alih tanggung jawab terkait alokasi dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan publikasi, dokumentasi, dan liputan kegiatan.
Kondisi ini tentu sangat memalukan dan mencoreng wajah partai. Pasalnya, Muscab yang seharusnya menjadi ajang menunjukkan kesolidan dan profesionalisme justru terlihat berantakan dalam hal manajemen administrasi dan keuangan.
“Kejadian ini sangat disayangkan. Seharusnya pengelolaan dana, sekecil apa pun, harus transparan dan jelas. Alih-alih memberikan penjelasan, malah saling lempar. Ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan integritas,” ujar salah satu kader yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan pasti mengenai nasib anggaran publikasi tersebut. Para pihak yang ditunjuk memegang amanah justru tampak saling berlindung dan mengalihkan tanggung jawab satu sama lain, meninggalkan tanda tanya besar bagi seluruh kader PKB Kabupaten Bogor.tutupnya.
Reporter : Deden Rw
www.satelitnusantara.com
















